Postingan

Menampilkan postingan dengan label galau

martir

hampir dua minggu. kirain udah lempeng-lempeng aja. ternyata masih bisa nangisin. koe ki ngopo to yo? nangis nggo opo? entahlah, aku juga ga ngerti. penyesalan? mungkin, penyesalan atas apa-apa saja yang kita perbuat demi dia. itung-itungan dong, kalo gitu? ga maksud itung-itungan juga. cuma mikir, ngapain aja kemarin-kemarin.. kenapa kita ngga egois aja, gitu. toh ternyata cuma dibutuhin buat disalah-salahin. tau kok kalo kita bakal nyesel semisal ternyata jalan yang kita ambil adalah jalan pintas. tapi kenapa kalian ga tanya apa yang sebenernya ada di pikiran kita? kenapa kalian ga tanya apa yang sebenernya kita rasain? kenapa kalian ga tanya apa yang kita pengenin? dikata kita martir?

taik

segala yang berlebihan itu tidak baik. cinta berlebihan tidak baik. bukan salah, tapi tidak baik. nanti kecewa. sombong juga tidak baik. boleh sombong, kalo memang mampu. tapi tetep, sombong itu tida baik. nanti hancur. bingung, syok, kaget, gemetar, tercekat, ga rela, you name it lah. tapi juga kecewa. seperti tidak ada artinya. tidak ada harganya. tidak ada yang sempurna. mungkin kami terlalu militan. mungkin kami terlalu nekat. mungkin kami terlalu berani mengambil risiko. mendobrak keras dinding-dinding yang ada. mungkin kami terlalu egois. mungkin kami terlalu tidak berpikir panjang. mungkin kami terlalu kreatif. mungkin kami terlalu sombong. mungkin kami cuma terlalu cinta. ah sudahlah. bullshit semuanya. bullshit cinta-cintaan ini. taik. you'll never be the same home anymore. from a broken hearted sister, with love and hatred.

curhatan sebelum berangkat Munas PTBMMKI XIII; Bandar Lampung, 22-25 Agustus 2015

Gambar
note: hampir keseluruhan dari postingan ini adalah curhatan. so beware. sebenernya galau-galau gimana gitu buat ikut acara ini. yaa awalnya excited bisa ikut acara ini. kan lumayan jalan-jalan ke luar pulau, ketemu orang-orang baru. tapi trus lama-lama rasa excited itu agak memudar. sebagian karena xenophobia ku sedang "kumat", sebagian karena aku harus jadi satu-satunya yang pergi ke sana (sebenernya harusnya ini ga masalah, cuman karena sedang xenophobia, jadilah ini sebuah masalah -_-), sebagian karena ibuk kurang setuju aku pergi sendirian, sebagian karena ibuk ga setuju aku kebanyakan main-main (apalagi setelah kemarin ada ga lulus blok lagi. heehehehe), dan sebagian lagi karena aku agak bingung gimana transportnya. duh pokoknya jiwa petualangnya lagi ga keluar deh ini. hahahaha. tapi pada akhirnya aku pergi juga. meski ga ikut acaranya full satu minggu. dan itupun dianter mas erwin sampe jakarta karena akhirnya aku putuskan untuk berangkat naik pesawat dari jak...

life is weird

I never thought i'd be able to watch the stars with him. i never thought i'd be able to walk beside him. i never thought i'd be able to sit behind him on his vespa. i never thought i'd be able to hold his hand. i never thought i'd be able to hug him. yeah apparently life is on its highest point of weirdness lately. but that's fine. Super fine. i only hope God is not joking right now.

What's Your Number?

Sudah lumayan lama ngga nulis tentang film. Sebagian karena ngga ada waktu buat nulis, dan sebagian lagi karena aku nggak nonton film sih. Entah sudah berapa film yang aku lewatkan selama aku kuliah. Hahahah. *kaya yang sibuk amat ya kuliahnya?* Nggak kok, cuma waktuku lebih diprioritaskan buat yang lain aja, tidur misalnya. Jadi, belakangan selama aku di rumah, mumpung sedang bebas tugas dari kuliah dan Osipital (mau nggak mau, harus kubilang kalau ini cukup melegakan), aku menghabiskan waktu dengan nonton film. Awalnya sih mau menghabiskan sisa Grey's Anatomy yang belum kutonton, tapi trus lama-lama bosen juga, trus aku beralih ke film-film drama-komedi-romantis tahun 2000-an. Ada 13 Going on 30, Princess Diaries 1 dan 2, dan yang barusan kutonton ada What's Your Number. Mari membahas sedikit tentang What's Your Number. Tidak ada alasan khusus ketika aku mau menonton ini. Sebelumnya aku gatau film ini, gatau siapa pemainnya, gatau ceritanya, pokoknya belum pernah de...

liking someone

"liking someone is not a mistake." and i've said this to few people. this makes me feel like i'm a kind of a pro in love or stuff. nyahaha. i said that to people who questioned whether it's right or wrong to be liking someone. i said that to people who felt guilty of liking someone. i believe everyone has the right of liking someone. so, liking someone can never be wrong. i like someone too, just like everyone else. i even like a non available person. which is a bit hurt when i realize it. but, no, of course i'm not going to take him from her. though mas hakim said, " kalo aku jadi kamu, sih, aku tabrak  aja ", no, i won't. that's not me. i'm not gonna hurt her. nyahahah. so, does this mean that i'm wrong for liking this non available person? i don't know your opinion, but i never thought that i'm wrong. not even in a second. this is my right to be liking everyone i want (or don't want). though it hurts a...

selamat wisuda S.Ked, OSI/003/027/OSTEO

Gambar
ciye yang baru wisuda. selamat ya mas Khoirur Rijal A., S. Ked.  meski rada hectic juga di detik-detik mau yudisiumnya ya. hehe. haduuuh, aku udah ga bisa ngeledek lagi nih soal skripsi yang ga rampung-rampung :P hmm, anyway, akhirnya hari ini tiba ya? wisuda. trus nanti september mas ijal mulai koas. pasti nanti makin sibuk, nggak nganggur kayak sekarang ini. mungkin nanti jadi jarang dateng ke sekre.  ingat nggak, mas, kalo dulu kita berempat (aku, heidi, ayu, bili) pernah menangis ga karuan di suatu waktu sesudah rapat, mengkhawatirkan hal ini. kalau-kalau mas ijal koas, makin sibuk, trus nggak ada waktu buat ngedampingin kita. hal ini sering juga jadi pembicaraan kita berempat lho mas. dan tiap ngebayangin hal ini, kita langsung hopeless. hahaha. ingat juga nggak mas, waktu turun di merbabu, mas ijal sabarnya luar biasa nemenin aku jalan  eh, maksudku waktu kita sama-sama jadi tim sweeper, ding. nyahahaha. ditambah bumbu horor suara bin...

that ouch! moment

ouch! moment #1 aku sedang praktikum anatomi, dengan mas ijal sebagai asdos. aku: (sedang mencoba membalik-balik preparat basah dengan hati-hati) aduh, aku takut putus nih.. mas ijal: putus? emang punya pacar, fit? aku: ouch! -_- ouch! moment #2 aku dan heidi sedang main ke CB. aku: (bongkar-bongkar dompet persediaan obat pribadi di tas) mas copet: kamu lagi ngapain? mau dagang obat? aku: engga mas. ini lagi cek obat aja. mas copet: tapi buat apa bawa obat gitu? aku: yaa buat jaga-jaga ajaa.. mas copet: ooh, jadi yang ngejagain kamu obat nih? bukan cowok.. heidi: HAHAHAHA aku: eh -_- ouch! moment #3 aku dan mas hakim sedang ngobrol di sepanjang perjalanan menuju Menganti. aku: aku sebenernya ngajak orang buat nyupirin aku ke Menganti, mas. aku gamau kalo nyetir sendiri, soalnya aku udah bilang ibukku kalo aku bakal dibonceng. kalo engga, bisa-bisa ntar ngomel lagi ibukku. mas hakim: ohya? trus? aku: tapi orangnya ga bisa.. mas hakim: kamu bilangnya nyupi...

malam minggu muram

malem minggu, malamnya manusia yang berpasang-pasangan. katanya. kata siapa? kataku, sih. tapi aku ngga berpasangan. boleh lah ya aku ikut bersenang-senang di malam minggu ini? yah, setidaknya niat awalku adalah bersenang-senang. kata orang, kalo ada niat, pasti ada jalan. barangkali niatku kurang kuat. karena aku sama sekali tidak bisa menikmati malam ini. yaa, nggak "sama sekali" juga sih. masih ada sedikit senang-senang dengan bertemu beberapa kawan, dan melihatmu. tapi trus, senang-senang yang sudah cuma sedikit itu, terbang tertiup angin. kupikir kamu lho yang meniup anginnya. soalnya gara-gara kamu senang-senangku hilang. hanya percakapan singkat, lalu kita seperti orang yang tak saling kenal. tapi, mungkin aku yang bodoh karena tidak pandai membangun percakapan. dan mungkin aku yang terlalu berekspektasi lebih. iya, barangkali itu. ini seperti memutar ulang kata-kataku kepada bili, yang masih mengharapkan mantan pacarnya yang sekarang sudah punya pa...