Postingan

Curhatan di Sumbing, 4-5 Februari 2017

Gambar
SIAPA YANG KEMAREN BILANG UDAH GAMAU NAIK GUNUNG LAGIII?? sayaaaa.. *Dan dikejauhan, bung heidi juga ikutan angkat tangan.* Masih inget banget sama ekspresi heidi beberapa saat setelah aku bilang "hei, kayanya besok-besok aku ngga akan naik gunung lagi deh.." yaaa ekspresinya kzl kzl bete gitu. Langsung diem dia. Hahahahah. Kejadiannya kalo ngga salah di slamet. Ya ngga hei? Trus besok-besoknya gantian heidi yg deklarasi ga akan naik gunung. Aku ga inget gimana ekspresiku. Tapi yg ada di pikiran tuh "lah, kenapa gantian dia ikutan gamau naik gunung lagi dah". Apa banget lah ya pokoknya. Mungkin galau pasca mau dikeluarin. Tapi tadaaaaa, akhirnya kita kemarin naik lagi. Setelah perundingan yang cukup alot mengenai gunung mana yang akan kita tuju, akhirnya sumbing menjadi pilihan kita. Perundingannya alot cooy, aku rada ga minat sama sumbing garagara diceritain orang-orang dapet pengalaman kesasar mulu di sumbing. Tapi heidi kekeuh banget pengen sumbing. Entahl...

renungan

Gambar
Orang tua mana yang rela melihat anaknya disiksa bahkan sampai, maaf, mati? bahkan jika orang tuanya pernah mengikuti kegiatan yang sama seperti anaknya. bagaimanapun, orang tua akan menaruh cita-cita dan harapan yang tinggi kepada anaknya. Bayangkan jika kita semua telah menjadi orang tua dan telah mempunyai anak yang akan dibanggakan kelak. saat ini semua organisasi pecinta alam mungkin sedang tercoreng namanya karena ulah "oknum". demikian juga organisasi yang saya banggakan juga ikut terkena imbasnya. beberapa orang tua dari anggota mengkhawatirkan anaknya ketika akan mengikuti kegiatan dari organisasi. tentunya hal ini dapat mengancam jalannya roda organisasi dan transformasi dari nilai-nilai kepecinta-alaman. namun, semoga semua itu hanyalah kekhawatiran semata. lalu, apakah karena masalah yang saat ini tengah mendera dunia organisasi pecinta alam akan serta merta membuat "kami semua" menjadi mati? semoga tidak. mari menjadikan hal-hal di masa lampau men...

camping di bawah pos 5 Gunung Slamet 4-5 Juni 2016

Gambar
beda perjalanan, beda cerita. hal yang sama juga berlaku dalam perjalanan kali ini. sebenarnya ini adalah pendakian wajib anggota muda Osipital angkatan 2015 yang karena satu dan lain hal, akhirnya adek-adek 2013 2014 sudah berangkat duluan hari jumat tanggal 3 juni 2015 untuk estimasi tenaga, sementara AM kita sendiri berangkat menyusul di hari sabtu. AM kali ini didampingi oleh heidi, aku, sesar. tapi untuk penyemarak suasana , kami juga mengajak mas pacet, mas kalong, mas bagol, dan tak lupa ageng. wooooo yeaaaah~ perjanjian di awal adalah tim 1 (yang berangkat hari jumat) dan tim 2 (tim kita, yang berangkat hari sabtu) akan bertemu di pos 7 pada sabtu malam. untuk mengejar target tersebut, jadilah kita tim 2 berangkat via clekatakan dipajaya, pemalang, yang menurut mas kalong akan memotong kira-kira 1 jam perjalanan. tapi sayangnya, dari rencana awal untuk berangkat sabtu setelah dhuhur, ternyata harus molor hingga sekitar pukul 3. huh. jam 3 kita baru otw menuju basecamp. gils. ...

some life

Gambar
terharu banget eyke cyin usai semhas dikasih endorse-an scrub kopi macam selebgram-selebgram itu. scrub kopi + float. PS: thanks to bung heidi, mas pacet, and mas kalong..

mudik

aku menanggapi mas erwin yang, dalam perjalanan mudiknya menuju tasikmalaya, terjebak macet yang membuatnya harus terlipat-lipat di dalam mobil selama hampir 12 jam. aku: kita nanti mudik nyewa helikopter aja ya. "sekian" juta perjamnya :D mas erwin: sayang duitnya. aku: sayang duitnya apa sayang aku? mas erwin: kan sambil macet-macetan kita bisa sayang-sayangan. tsaaaaaaahhhh~~

mahasiswa adalah makhluk vulnerable. dan salah satu yang membedakan di antara para orang tua adalah kebijaksanaannya.

seketika jadi teringat salah satu kuliah yang pernah saya ikuti, yang bertema tentang etika penelitian. di salah satu slidenya dibahas tentang kelompok-kelompok yang bersifat vulnerable, alias rentan. dan status saya yang masih mahasiswa ini rupanya masuk ke dalam kelompok tersebut. pada waktu itu, mendengar penjelasan dari bu dosen, saya dan kawan-kawan hanya tertawa karena bu dosen menjelaskannya dengan cara yang menarik. tapi kalo mengingat kejadian yang baru saya alami, yaaa gemas juga. jadi ga pengen tertawa. ha ha *ketawa garing* alkisah, di sebuah gerbong kereta nomor 7 di sekitar lokasi tempat duduk saya di kursi nomor 2A, yang sedang transit di sebuah kota di jawa tengah. naiklah orang-orang yang memang akan melakukan perjalanan dengan kereta tersebut. waktu itu, kursi sebelah saya sedang kosong baru ditinggal turun penumpang sebelumnya. "yes, bisa selonjoran!", batin saya. baru menikmati selonjoran yang tidak kekal itu, tiba-tiba terdengar seorang bapak baru dat...

jalan-jalan nanggung; bali, 5-7 mei 2016

Gambar
setelah diciduk di kamar kosan sendiri, akhirnya saya menyusul ibuk pulang ke rumah. mumpung long weekend, dan sudah jelas kampus libur, sudah jelas pula tidak ada yang bisa dilakukan yang berhubungan dengan kampus, yaa maksudnya kerjaan yang bangsanya minta minta tanda tangan gitu lah. setelah istirahat semalam, besoknya capcus jadi sopir tembak menuju bali. sebenernya ga jelas juga sih tujuan kita kemana. berhubung long weekend, pasti jalanan ramai. jadi ibuk ga yakin juga kita bisa sampai bali sebelum mati kebosanan garagagra macet di jalan. tapi ternyata ngga seramai yang kita takutkan kok. tapi lain lagi di pelabuhan. di sini beneran belajar jadi sopir angkot. harus bisa ndusel  di antara kendaraan-kendaraan lain yang saling berebut masuk ke pelabuhan LCM. iyaa, kendaraan kita dialihkan ke pelabuhan LCM setelah 3 jam mengantri di jalan raya menuju pelabuhan ketapang. tapi di pelabuhan LCM juga kendaraan kita tidak lantas lancar jaya naik ke kapal. mesti antri lagi 3 jam an. ...