Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

ini hanyalah kisah antara aku dan PBL, dan mas hafiz terselip di tengah-tengahnya

Di sebuah siang yang semilir di tempat servis motor, di kala mahasiswa angkatan 2012 kampusku telah melewati sebuah ujian iden di pagi harinya, dan jam menunjukkan pukul 12.53. Tanpa sengaja, aku pun melakukan kebiasaan mengecek hp. Hp (sms dari citra): assalamualaikum teman2, nanti jam 1 siang pbl dulu yaa di kampus. Cari ruangan yg ac yaa. Makasih. Aku: (kelabakan mikir gimana mau ke kampus. Motor baru aja masuk tempat servis, maksudnya bener2 baru dikerjain. Ban belakang udah dicopot karena aku minta ganti ban. Ga mungkin dong aku minta "mas itu tolong dong bannya dipasang lagi. Saya ada pbl, harus ke kampus sekarang juga"?) Alamak, yaudah aku sms wulan. Tanya dia bisa jemput aku atau ga di tempat servis motor. Tapi ga ada respons. Coba telpon dia, ga diangkat juga. Puter2 otak buat cari cara balik ke kampus secepatnya karena jam sudah menunjukkan pukul 12.57. H-3menit. Telpon taksi, tapi nomernya lagi sibuk. Yaudah, coba jalan kaki dulu. Ada angkot, cegat angkotnya,

edukasi

ini cuma sebuah ilham yang baru saya sadari ketika sedang menghabiskan minggu pagi di sebuah rumah makan sederhana bersama kawan-kawan tercinta. edukasi? ya, edukasi. tujuan lain dari kami yang sedang berjuang di medan perang "sekolah kedokteran". tidak cukup hanya dengan mengobati saja, kami juga harus mampu mengedukasi orang-orang di sekitar kami untuk lebih tahu tentang masalah seputar dunia kesehatan. apa gunanya kalau kami cuma bisa bikin mereka sembuh dengan obat-obat yang kami berikan ataupun dengan tindakan-tindakan "menyakiti" yang bersembunyi dibalik alasan pengobatan? tentu saja tindakan "menyakiti" itu memang diniatkan untuk mengobati mereka. tapi, yah, bagaimanapun disuntik itu sakit, kan? tidak semua orang bisa sekolah di sekolah kedokteran, tapi semua bisa dapat ilmunya, kok. jadi, saya harap sih jangan malu-malu kalo ada yang pengen tanya-tanya soal kesehatan ke saya. kalo saya tau jawabannya, pasti saya jawab kok. saya cukup senang