Postingan

Featured Post

K U A T

Aku bertemu Mas Gima secara tidak sengaja di Stasiun Purwokerto, ketika hendak pulang ke rumah. Dia salah seorang seniorku di Osipital. Tak disangka-sangka, kami satu kereta, bahkan satu gerbong. Kursi kami hanya terpisah beberapa baris. Lalu dia menawarkan agar aku duduk bersamanya.
Aku senang bertemu dengannya. Banyak yang kami obrolkan. Sebagian besar tentang pendidikan. Senang karena aku merasa mendapat pelajaran dari apa yang dia bicarakan. Tapi sekaligus juga sedih.
Aku sedih karena yang aku tangkap tampaknya dia menganggap "perempuan sebaiknya mengambil pendidikan lanjutan ke bidang yang tidak terlalu menguras waktu, tenaga, dan pikiran". Bagusnya karena hal itu baginya untuk kepentingan keluarga. Tapi aku kenal perempuan-perempuan kuat yang punya cita-cita yang sama kuatnya dengan diri mereka. Dan aku mendukung cita-cita itu. Aku juga yakin perempuan-perempuan itu kelak akan mampu melakukan yang terbaik untuk keluarganya. 
Punya cita-cita itu berat. Karena kalau seri…

m a l u

Gambar
kecewa itu.. ketika yang kita dapat tidak sesuai dengan yang kita impikan.. ketika yang kita rencanakan tidak sesuai dengan yang akhirnya terjadi.. ketika yang ibuk mau ga bisa aku penuhi..
tapi, kecewa itu untuk saat ini aja.. habis itu semangat lagi.. harus yakin semua ada hikmahnya..

woelah siiis... galau banget kayaknya 😹😹 iya. padahal cuma karena gini doang. cuma sebatas karena ujian stase jiwa yang tampaknya harus diundur lagi karena satu dan lain hal. belum mentok sih emang. masih ada tenggat  2 minggu lagi setelah lebaran. masih bisa diusahakan. harus berusaha lagi sampe bener-bener final. 
sejak kapan kamu gampang nyerah? aku ga nyerah. belum. lebih tepatnya sedang stress. hehe. mungkin lebih karena ini sebenernya masalah yang ga terlalu urgent buat dipermasalahin, dipanjang-panjangin, sampe akhirnya mungkin bikin aku akan mundur ikut UKDI-nya. sebatas karena kami diharuskan ujian bersama-sama, ketika kami sudah terpencar-pencar untuk urusan masing-masing. mungkin aku aja …

M I N D

Gambar
tulisan ini diilhami dari percakapan dengan seorang teman lama. ya intinya cuma mau sharing aja sih bagaimana aku menanggapi "hidupku" yang kini "penuh" dengan jalan-jalan. hahaha. kayak yang hedon gitu ya kesannya kalo pake kata "penuh", kayak yang jalan-jalan teruuuus gitu.. padahal sih enggak. hahahhaha.. ga segitunya. aku cuma membandingkan dengan yang dulu aja, yang kerjaannya di rumah melulu.

sebelum kuliah, aku suka jalan, tapi ke mall, atau tempat-tempat belanja gitu deh. wkwk. sempet ngerasa sedih juga bahkan waktu awal-awal pindah ke Purwokerto, ke kota yang gaada mall nya (tapi sekarang udah ada yaa..), sepi, gaada apa-apanya. bahkan sempat terpikir juga olehku untuk "hidup" hanya di kampus dan kosan. HAHAHAHAH. u know, w anaknya ga gaul banget emang, pasti udah ga kaget deh.. sebagian juga mungkin karena anaknya agak antisosial ya. ha ha 😅😅. dan sebagian lagi karena aku merasa ga mampu menghadapi orang lain.

wait.. ga mampu menghad…

Liburan Paket Lengkap: dari Keratitis sampai Abu Merapi, Semua Ada.

Gambar
it's been a long time since my last post. I know it is. I now become an instagram maniac. so sad about that. i think I'm going crazy. anyway, ni template blog dimaklumin aja ya kalo masih aneh. karena belum sempat utak-atik lagi.

so yeah, mau nulis aja sih tentang liburan gila terakhir kemarin. dan sedikit warning karena tulisannya panjang tapi tak berfaedah. gausah dibaca.


1. Pre-trip.

waktu itu aku dan heidi cuma sedang makan siang di kaefci, sambil membicarakan rencana liburan orang-orang. ada yang merencanakan liburan ke Malang, cuma tak kunjung jelas. sempat terpikir buat naik gunung, karena udah lamaaaaaaaa banget ga naik. coba diingat-ingat terakhir kapan.. waktu ke slamet sama Hargo itu bukan, sih? 😔😔😔 cuma karena kita gaada temen buat naik gunung (baca: mas kalong dan mas pacet, they're goooone bruuuhhh), bingung lah kita. hahahah. cari-cari siapa yang kira-kira bisa nemenin. tapi sebelum akhirnya ketemu orang-orangnya (orang-orang yang mau nemenin kita), kita …

Curhatan di Sumbing, 4-5 Februari 2017

Gambar
SIAPA YANG KEMAREN BILANG UDAH GAMAU NAIK GUNUNG LAGIII??
sayaaaa..

*Dan dikejauhan, bung heidi juga ikutan angkat tangan.*

Masih inget banget sama ekspresi heidi beberapa saat setelah aku bilang "hei, kayanya besok-besok aku ngga akan naik gunung lagi deh.." yaaa ekspresinya kzl kzl bete gitu. Langsung diem dia. Hahahahah. Kejadiannya kalo ngga salah di slamet. Ya ngga hei? Trus besok-besoknya gantian heidi yg deklarasi ga akan naik gunung. Aku ga inget gimana ekspresiku. Tapi yg ada di pikiran tuh "lah, kenapa gantian dia ikutan gamau naik gunung lagi dah". Apa banget lah ya pokoknya. Mungkin galau pasca mau dikeluarin.

Tapi tadaaaaa, akhirnya kita kemarin naik lagi. Setelah perundingan yang cukup alot mengenai gunung mana yang akan kita tuju, akhirnya sumbing menjadi pilihan kita. Perundingannya alot cooy, aku rada ga minat sama sumbing garagara diceritain orang-orang dapet pengalaman kesasar mulu di sumbing. Tapi heidi kekeuh banget pengen sumbing. Entahlah kena…

renungan

Gambar
Orang tua mana yang rela melihat anaknya disiksa bahkan sampai, maaf, mati? bahkan jika orang tuanya pernah mengikuti kegiatan yang sama seperti anaknya. bagaimanapun, orang tua akan menaruh cita-cita dan harapan yang tinggi kepada anaknya. Bayangkan jika kita semua telah menjadi orang tua dan telah mempunyai anak yang akan dibanggakan kelak.

saat ini semua organisasi pecinta alam mungkin sedang tercoreng namanya karena ulah "oknum". demikian juga organisasi yang saya banggakan juga ikut terkena imbasnya. beberapa orang tua dari anggota mengkhawatirkan anaknya ketika akan mengikuti kegiatan dari organisasi. tentunya hal ini dapat mengancam jalannya roda organisasi dan transformasi dari nilai-nilai kepecinta-alaman.

namun, semoga semua itu hanyalah kekhawatiran semata.

lalu, apakah karena masalah yang saat ini tengah mendera dunia organisasi pecinta alam akan serta merta membuat "kami semua" menjadi mati? semoga tidak. mari menjadikan hal-hal di masa lampau menjadi …